Rabu, 23 Maret 2011 | By: Catatan Fenti

Do Re Mi Fa Sol La Si Do Part 5


Hee Won sedang berdiri di balkon lantai paling atas apatemen rumahnya. Di belakang Jeong Won berusaha membujuk Hee Won agar turun dan membatalkan niatnya untuk bunuh diri. 
Hee Won : “Kenapa? Kenapa hanya keluargaku ?”
Jeong Won : “maaf. Ini semua salahku. Ibu pasti akan sembuh. Ikutlah aku akan menjengguknya.”
Hee Won : “kau tidak mengerti bagaimana perasaan hidup bagaikan mati. Kini di sisiku tidak ada siapa-siapa lagi. ”
Jeong Won : “jangan bicara begitu, masih ada aku. Bukankah kau bilang ingin memulai dari awal lagi? Jika kau mati, aku juga akan mati. Kau harus memberiku kesempatan, seperti halnya dirimu. Ayo, raih tanganku. Bertahanlah, aku janji akan ada di sisimu. Biarkan aku memegang tanganmu, perceyalah padaku.”

Jeong Won mengulurkan tangannya pada Hee Won. Dengan ragu-ragu Hee Won meraih tangan Jeong Won dan turun ke bawah. “Hanya satu minggu, tolong beri aku waktu satu minggu saja” ucap Jeong Won sambil menangis. Hee Won pun memeluk Jeong Won.

Keesokan harinya Jeong Won mengunjungi Eun Gyu yang sedang latihan band.  Dia mengajak Eun Gyu untuk pergi berkencan. Tapi Eun Gyu menolak karena harus latihan, salah seorang anggota Band-pun mengatakan bahwa waktu mereka tinggal 6 hari lagi sebelum konser dimulai. Tapi karena terus mendesak dan salah seorang anggota band lainnya sudah mengizinkan, Eun Gyu-pun menuturi keinginaan Jeong Won.
Jeong Won dan Eun Gyu pergi berkencan ke restoran. Di sana mereka melihat sebuah pertunjukan sulap. Tanpa disangka Eun Gyu maju dan memperlihatkan kebulehannya dalam bermain sulap. Dia menyulap sebuah kain menjadi bunga. Bunga itu dipersembahkan untuk Jeong Won. (so sweet banget deh pokoknya) Acara kencan mereka dilanjutkan dengan berdansa, pergi ke pantai, bermain pasir, berlari-larian, dan mengunjungi sebuah festival.

 
Keesokan harinya Jeong Won melakukan  hal yang sama. Dia membolos sekolah dan menemui Eun Gyu yang sedang latihan untuk mengajaknya berkencan. Tapi kali ini Eun Gyu marah dan bertanya mengapa sikap Jeong Won berubah. “Tiba-tiba kau aneh sekali, ada apa sebenarnya ? Aku tak punya waktu.” “Aku yang tak punya waktu” jawab Jeong Won. “Jika sudah selesai, kita bisa bertemu lagi kan. Kau tau ini sangat penting bagiku. Jika tetap seperti ini jangan datang ke tempat latihan.” “Baiklah aku tidak akan datang lagi. Kau tetap saja dengan lagu-lagumu.” Jeon Won pun pergi. 
Jeong Won pergi menemui Hee Won. “Mengapa mengajakku bertemu ?” “Bantu pilihkan baju. Aku akan memakainya saat bertemu ibu. Ibu menyukaimu bukan ? Walaupun mungkin dia tidak mengenalimu” ucap Hee Won. Saat mendengan ucapan Hee Won, Jeong Won merubah sikapnya menjadi lembut. 
Di perjalanan Jeong Won melihat adiknya, buru-buru dia menutup dirinya dan Hee Won dengan payung yang dibawa. (adiknya lagi naek motor yang ada spanduk mencari kucing hitam gitu). Tenyata tindakan Jeong Won sia-sia karena adiknya sudah melihatnya.”Berhenti. Jangan bergerak !” Mendengar teriakan adiknya Jeong won langsung mengajak Hee Won berlari dan memasuki sebuah toko baju.
 


Saat Jeong Won pulang dia mendapati Eun Gyu dan adiknya sudah menunggunya di depan rumah.
Jeong Won : “Ada apa orang sibuk ?”
Eun Gyu : “Ada apa lagi ?”
Jeong Won : “Bukan urusanmu”
Eun Gyu : (Eun Gyu memberikan jaketnya pada Eun Gyu yang kebasahan) “Jika ada masalah, selesaikan bersama.”
Jeong Won : “Tidak membenciku ?”
Eun Gyu : “Mengapa harus membencimu.”
Jeong Won : “Maaf... Eun Gyu, kau tetap  percaya padaku ? Dalam keadaan apapun tetap percaya padaku ? Meskipun aku berbuat salah.....”
Saat itu Eun Gyu langsung mencium Jeog Won. Malam harinya Jeong Won mendapat telfon dari Hee Won. Dia memberitahukan bahwa pada hari rabu akan mengadakan acara. Jeong Won mencoba mengatakan bahwa hari itu adalah hari dimana band Eun Gyu akan tampil. Tapi Hee Won tidak memperdulikannya.
Hari dimana band Eun Gyu manggung-pun tiba. Saat di panggung Eun Gyu mencari-cari sosok Jeong Won, tetapi dia tidak menemukannya di antara para penonton. Di tengah-tengah acara ternyata Jeong Won datang dan melihat band Eun Gyu tampil. Eun Gyu sangat senang melihat kedatangan Jeong Won saat itu. Jeong Won menangis, bersedih karena harus meninggalkan Eun Gyu. Tiba-tiba saat Eun Gyu melihat ke tempat Jeong Won, Jeong Won sudah tidak ada.
Jeong Won pergi ke rumah Hee Won. Di sana Hee Won sudah mempersiapkan segalanya. ”Aku suka padamu, tapi...” “Kita akan mulai dari awal lagi. Aku akan melupakan semuanya” ucap Hee Won.
Jeong Won dan Hee Won pergi menjenguk ibunya. Mereka duduk-duduk di taman Rumah Sakit.
Hee Won : “Maaf membuatmu lalah.”
Jeong Won : “Tidak sebanyak yang kau berikan.”
Hee Won : “Kenapap kau tidak pernah tersenyum di hadapanku ? Kau juga mendengarnya kan ? Demi penggemarnya, Eun Gyu mengadakan konser terakhirnya.”
Jeong Won : “Apa ?”
Hee Won : “Kak Tung Si menelfon. Bila memandang persahabatan kami, aku tetap menyukai Eun Gyu. Selama 3 tahun kami bersama. Aku ingin berbaikan dengannya. Kau dan aku mari menemuinya bersama untuk terakhir kalinya.”
 Meraka-pun pergi ke rumah Eun Gyu. Mereka disambut oleh kakak Eun Gyu dan langsung dipersilahkan masuk. “Aku datang, Jeong Won juga” sapa Hee Won ketika sampai di kamar Eun Gyu. Di kamar Eun Gyu terjadi keadaan yang tidak mengenakkan. Hee Won mencoba bersikap biasa saja untuk mencairkan suasana. “Aku lapar sekali, mari kita makan pizza. Kenapa tidak ada gelas ? akan aku ambilkan.” Hee Won meninggalkan Jeong Won dan Eun Gyu.
Sepeninggal Hee Won, Jeong Won meminta maaf atas perbuatannya. “Maafkan aku, aku harus tetap disisinya” ucap Jeong Won. “Dia lelah sekali. Apa kau bisa hidup tanpaku ?” tanya Eun Gyu. Saat itu Jeong Won menggelengkan kepalanya, tapi Eun Gyu tidak melihatnya karena sedang dalam posisi membelakangi Jeong Won. “Sudahlah, yang penting kau harus datang saat konser.”
Saat itu Hee Won datang dengan membawa gelas. Tanpa diduga Eun Gyu memberikan Hee Won gitar yang diinginkannya selama ini. (baek banget ya Eun Gyu) Dia juga mengajaknya untuk kembali menjadi gitaris dalam band-nya. Mereka akan melakukan konser bersama-sama. “Ayo, masih harus latihan.” “Kudengar kau mendaptkannya. Kapan rekaman ?” tanya Hee Won pada Eun Gyu. “Mungkin setelah konser. Mungkin juga tidak” jawab Eun Gyu dengan melihat ke arah Jeong Won.
 

0 komentar:

Posting Komentar